April 23, 2009 pada 6:28 am (Nasehat)
Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.
Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Maka mengapa tidak dinikmati saja,
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
April 23, 2009 pada 6:20 am (Nasehat)
Pertanyaan : Syeikh yang mulia, saya merasakan hati saya keras. sehingga saking kerasnya apabila salah seorang kerabatku wafat saya tidak menangis, saya tidak meneteskan air mata kecuali setelah berusaha keras. apakah kerasnya hatiku seperti ini menyebabkan sholatku tidak diterima? begitu juga dengan puasaku dan amalan-amalan lain. dan apakah ini karena kurangnya keimananku ya syeikh yang mulia. Apakah jika saya bersedekah kepada orang-orang fakir bisa melembutkan hatiku?
Jawaban : Benar, sebagian manusia memiliki hati yang keras tidak ada kelembutan di dalamnya. maka engkau mendapatkannya tidak khusyu’ sekalipun ditimpa musibah yang sangat besar – kita memohon keselamatan kepada Allah – . ya .. hatinya keras bagai membatu atau lebih keras dari batu.
di antara penyebab lembutnya hati membaca Al-Qur’anul Karim. sesungguhnya ia melembutkan hati apabila seseorang membacanya dengan tadaddur dan perenungan berdasarkan firman Allah Ta’ala,
artinya, “Kalau kami turunkan Al-Qur’an ini kepada gunung niscaya engkau melihatnya khusyu’ dan terbelah karena takut kepada Allah”.
di antara perkara yang dapat melembutkan hati; membaca siroh nabawiyyah semoga sholawat yang paling utama dan salam yang paling sempurna senantiasa berlimpah untuk pemiliknya.
membaca siroh nabawiyyah memberikan bekas dan pengaruh yang menakjubkan pada hati. karena seorang itu menjadi ingat dan merasa seolah-olah ia bersama para sahabat sehingga hatinya melembut.
di antara perkara yang dapat melembutkan hati adalah mengasihi anak-anak dan bersikap lembut kepada mereka. sesungguhnya itu melembutkan hati dan memberikan pengaruh yang ajaib pada hati. oleh karena itu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda,
“Kasihilah yang ada di bumi, niscaya yang dilangit mengasihimu”.
di antara perkara yang dapat melembutkan hati, mendengarkan mau’izhoh dan bait-bait syair yang menghidupkan hati. oleh karena itu engkau dapatkan seseorang apabila mendengarkan bait-bait syair hatinya tersentuh dan matanya menangis.
dan di antara perkara yang dapat melembutkan hati menghadirkan hati dalam sholat. sesungguhnya itu dapat melembutkan hati. kita memohon kepada Allah supaya Dia melembutkan hati kita untuk mengingat-Nya dan melindungi kita dari kerasnya hati”.
( Fataawaa Nuurun ‘Alad Darbi Syeikh Al-’Allaamah Muhamad bin Sholeh Al-’Utsaimin, kaset no. 373)
Tinggalkan sebuah Komentar
Februari 7, 2009 pada 6:25 am (Nasehat)
Nasehat Emas dari Dua Mujaddid Besar Masa Ini
Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam risalahnya Fiqhul Waqi’ hal 48-50 menjelaskan :
“Sesungguhnya sebab mendasar kehinaan kaum muslimin ialah :
a. Kebodohan mereka tentang syari’at Islam yang Allah turunkan kepada hati Nabi kita Muhammad
b. Mayoritas kaum muslimin telah mengetahui hukum-hukum Islam dalam sebagian urusan mereka, namun mereka tidak mau mengamalkan
Dengan demikian, kunci kembalinya kemuliaan Islam ialah dengan mempraktekkan ilmu yang bermanfaat dan mengerjakan amal shalih. Ini adalah masalah besar yang tidak mungkin dicapai oleh kaum muslimin melainkan dengan menerapkan manhaj At-Tashfiyyah (pembersihan) dan At-Tarbiyyah (pendidikan). Dua hal ini adalah dua kewajiban yang sangat penting dan sangat agung kedudukannya.
Yang saya maksud dengan At-Tashfiyyah adalah beberapa perkara :
Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar